On April 3, 2014, the Jakarta International School Community was shocked by the news that a crime of a sexual nature had allegedly occurred at the School. At the time, several outsourced cleaning personnel were accused as perpetrators.

Pada tanggal 3 April 2014, keluarga besar Jakarta International School dikejutkan oleh berita telah terjadi tindakan kekerasan seksual di Jakarta International School. Adapun yang tertuduh menjadi pelaku adalah beberapa petugas kebersihan yang berasal dari perusahaan lain dan ditempatkan di Sekolah tersebut.

We were initially supportive of the mother of the alleged victim, although surprised when she sued the School for US$ 12.5 million dollars. When she increased her claim to US$ 125 million, we were shocked. Regrettably, we now question whether she is really interested in finding the truth, or perhaps just interested in money.

Pada awalnya, kami mendukung ibu dari anak yang diduga menjadi korban, walaupun kami terkejut pada saat ibu tersebut mengajukan tuntutan terhadap Sekolah sebesar US$ 12,5 juta. Ketika ibu tersebut menaikkan tuntutan menjadi US$ 125 juta, kami lebih terkejut lagi. Dengan sangat menyesal, kami kini mempertanyakan apakah memang beliau ingin mencari kebenaran, atau barangkali hanya tertarik dengan uangnya.

The parents of two more kindergarteners now have made allegations against the school’s staff and have suggested that they may bring civil claims. Following their lead, the mother of the first alleged victim has changed her claims to include JIS staff. The school administrator Neil Bantleman (a citizen of Canada), teaching assistant Ferdinant Tjiong (a citizen of Indonesia), and the principal of the elementary school Elsa Donohue (a citizen of the United States) were listed as perpetrators to even more alleged crimes of sex abuse.

Orang tua dua murid TK kini juga telah membuat tuduhan terhadap staff sekolah dan juga menyatakan kemungkinan membawa hal ini dalam ranah hukum perdata. Setelah hal itu dilakukan, ibu dari anak yang diduga menjadi korban pertama, telah mengubah tuntutannya dan menyertakan staff Jakarta International School. Administrator Sekolah, Neil Bantleman (Warga Negara Kanada,) asisten guru Ferdinant Tjiong (Warga Negara Indonesia,) dan Kepala Sekolah Dasar Elsa Donohue (Warga Negara Amerika Serikat) disertakan sebagai yang diduga sebagai pelaku dari pelecehan seksual.

Neil, Ferdinant, and Elsa are highly respected educators from the international school community. They have exemplary professional records and we reject the baseless allegations made against them.

Neil, Ferdinant dan Elsa adalah tenaga pendidik yang sangat disegani dari lingkungan sekolah internasional. Mereka memiliki rekam jejak profesional yang sangat baik dan kami menolak tuduhan tanpa dasar yang telah dilancarkan kepada mereka.

On July 10, 2014, Neil and Ferdinant were named as suspects.

Pada tanggal 10 Juli 2014, Neil dan Ferdinant ditentukan sebagai tersangka.

On July 14, 2014, Neil and Ferdinant were summoned to Jakarta Police Headquarters for questioning. They were joined by representatives from the U.S. Embassy, the Canadian Embassy and the Australian Embassy, legal counsel, along with dozens of staff and families from the school community, as well as their spouses. Contrary to promises made by the Police, Neil and Ferdinant were subsequently detained by the Police and currently remain in Police custody.

Pada tanggal 14 Juli 2014, Neil dan Ferdinant dipanggil oleh Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan. Mereka didampingi oleh wakil dari Kedutaan Amerika, Kedutaan Kanada, Kedutaan Australia, pengacara, staf maupun keluarga dari komunitas JIS, dan oleh istri masing-masing. Berlawanan dengan janji yang diberikan oleh pihak Kepolisian, Neil dan Ferdinant akhirnya ditangkap oleh Polisi dan sampai saat ini masih berada dalam tahanan Polisi.

As parents, students, alumni, and staff of the Jakarta International School, we have the utmost interest for JIS to continue to be a safe environment where teaching, learning and supporting activities can take place. If unlawful activity occurred at JIS, we would want the perpetrator to be detained and punished. However, prior to determining that such activity took place, we must protect innocent people from unlawful detention and damage to their professional reputations.

Sebagai orang tua murid, murid, alumni, dan pekerja Jakarta International School, kami memiliki kepentingan sangat tinggi agar JIS tetap memiliki lingkungan yang aman dimana kegiatan belajar mengajar dan kegiatan pendukung lainnya dapat terus berjalan. Jika ada kegiatan yang tidak sesuai dengan hukum terjadi di JIS, kami ingin pelaku yang sebenarnya ditangkap dan dihukum. Namun demikian, sebelum menentukan bahwa kegiatan seperti itu telah terjadi, kita harus melindungi pihak-pihak yang tidak bersalah dari penahanan yang tidak berdasarkan hukum dan merusak reputasi profesional mereka.

Indonesia is a country based on the rule of law. If the requirements to detain Neil and Ferdinant are not satisfied, then these two people must not be detained. We demand that the Police treat this case lawfully and legally for the sake of justice for all.

Indonesia adalah negara hukum. Jika syarat untuk memenjarakan Neil Bantleman dan Ferdinant Tjiong tidak terpenuhi, maka mereka tidak bisa dipenjarakan. Kami meminta pihak Kepolisian untuk memperlakukan kasus ini berdasarkan hukum dan legalitas yang berlaku demi keadilan bagi semua pihak.

We, the parents, students, alumni, staff of the Jakarta International School and the general public, strongly regret the decision of the Police to name Neil and Ferdinant as suspects and to detain them. We demand that the Police immediately disclose all evidence against Neil and Ferdinant in a transparent, truthful, and lawful manner. However, if there is no sufficient and valid evidence to incriminate Neil and Ferdinant, then we demand that they be released immediately.

Kami, orang tua murid, murid, alumni, pekerja Jakarta International School dan masyarakat umum, sangat menyesalkan keputusan Kepolisian dalam menentukan Neil dan Ferdinant sebagai tersangka dan menahan mereka. Kami meminta pihak Kepolisian untuk secepatnya menunjukkan semua bukti yang melawan Neil dan Ferdinant secara transparan, benar, dan berdasarkan hukum. Namun demikian, jika tidak ada bukti yang cukup dan valid untuk memberatkan Neil dan Ferdinant, maka kami menuntut agar mereka dibebaskan secepatnya.

Parents, students, alumni, staff of the Jakarta International School, and general public.

Orang tua murid, murid, alumni, pekerja Jakarta International School, dan masyarakat umum.

July 21, 2014

21 Juli 2014